Bunuh Diri dan Bullying LAGI? NO PLEASE!

Selalu sedih mendengar orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tidak hanya di luar negeri saja, melainkan di sekitar kita juga banyak kejadian seperti itu. Berawal dari bullying comment hingga secara langsung. Membahas soal bullying memang gak akan pernah ada habisnya. Sebagai korban bullying dari SD hingga SMA membuat aku sadar dan paham dengan kondisi mereka. Jujur aku sedih banget kalau ada orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri hanya karen ulah mulut mereka itu.

Aku yang bukan seorang seleb atau artis aja ngerasa sedih banget. Aku memang tipikal orang yang lebih suka sendiri daripada bergerombol dengan teman-teman lainnya. Hingga suatu ketika saat SD karena kulit aku yang gelap ada panggilan khusus untukku yaitu "Aborigin". Awalnya aku gak tau sebutan apa itu, setelah aku sadar ya udah bodo amat gak peduli dengan omongan mereka. Walau aku diejek habis-habisan, tujuan hanya satu belajar. Di sekolah ini untuk belajar bukan untuk yang lainnya. Sampai ada satu kejadian yang membuat aku semakin pendiem. Sampai saat ini masih teringat kejadian itu. Biasanya anak SD itu kalau istirahat pasti lari-larian di kelas. Nah namanya juga anak-anak ya sudah pasti ada aja kelakuan yang gak disengaja. Di situ aku gak sengaja ngeluarin kaki dari kursi. Ternyata teman aku keselengkat dan jatoh. Aku kaget dan bingung harus apa. Aku udah ngira bakal marah, soalnya temenku ini tipikal orang yang kayak gitu. Saat itu kotak makanku di jatohin dan aku belum sempat makan itu bekalnya.

Aku cuma bisa nangis dan gak tau harus gimana. Seiring berjalannya waktu, aku selalu sendirian, ada rasa sedih? enggak sama sekali. Sebab aku emang suka sendiri hehehe. Itu kisahku zaman SD, dan ini zaman SMA. Kebetulan sekolah ini sekolah Islam, tapi anak-anaknya kurang islami gitu hahahaa! Aku lupa persisnya bullying apa yang aku terima, tapi yang jelas, aku pernah kayak dibilang aneh dan paling banget dijauhin tanpa sebab. Aku juga gak tau kenapa. Tapi ya namanya aku tu suka "bodo amat" aja gitu ya berlalu lah semuanya. Sampai akhirnya aku lulus SMP dan lanjut ke SMA. Bullying kembali terjadi di SMA. Mungkin buat orang-orang yang baca "kuat banget lo" padahal aku juga gak kuat dan kesel pasti. Zaman SMA itu, aku paling suka pake rok yang rempelnya rapiiiiii banget. Nah rok sekolah itu kalo rampelnya udah hilang, bakal mekar. Di saat itulah aku dipanggil "Umbrella". Katanya sih aku mirip Rrihana lah apalah, entahlah hanya komunitas itu yang tahu. Lagi-lagi prinsip aku adalah sekolah menuntut ilmu untuk bisa jadi orang yang berguna buat diri sendiri dan orang tua. Berhubung teman-temanku kebanyakan orang berada alias orang kaya, jadilah mereka semena-mena.

Aku inget banget, pas ujian praktek main alat musik. Kursiku di tarik pas aku mau duduk. Hingga akhirnya aku jatoh dan tulang ekor agak geser. Sampai sekarang aku gak bisa kena udara dingin atau kelamaan duduk. Soalnya efeknya sampai sekarang. Untuk itu, yang punya adik, keponakan, atau kalian yang melakukan hal serupa lebih baik jangan. Karena orang yang merasakan akan terus merasakannya. Zaman SMA ini pernah ada yang nanya "Gigi lu putih banget, bleaching ya?" Ya Tuhan aku gak tau maksudnya ini orang ngomong gini kenapa, yang jelas aku hanya menjawabnya dengan senyum. Kayaknya selama sekolah emang aku gak pernah yang namanya ngebales semua omongan orang. Karena tujuanku sekolah itu untuk belajar bukan merasa sedih.

Pas zaman SMA juga, kejadian ini di salah satu rumah temanku. Ketika itu masa-masa gak jelas lah pokoknya. Gak kenal cowok, bahkan rasanya pacaran aja aku gak tau. Cuma suka-suka aja gitu dan kagum. Alhasil aku dikenalin cowok dan ketemulah sama keluarganya. Inget banget perkataan salah satu kakaknya "Oh ini cewek yang deket ama lu? Cantikan pa***t gw daripada dia" Astagfirullaaaaah!!! Ciptaan Tuhan dibilang gitu. Tahu apa yang aku lakukan? Hanya senyum dan istighfar gak bisa marah, karena gak mau cari rugi kotor-kotorin hati. Alhasil aku balik pulang dan gak pernah ke sana lagi.

Melihat kasus bunuh diri ini rata-rata dari komentar dan omongan yang negatif. Semua orang itu pasti ada negatif dan positifnya. Tapi kamu berhak ngambil apa yang menurut kamu bermanfaat dan tidak. Coba deh jadi orang yang cuek dan "bodo amat" dengan omongan orang. Pasti nanti akan ada kekuatan sendiri dalam diri kamu. Memang agak sulit untuk menjadi orang cuek, tapi itu juga ada manfaatnya. Dlam kata lain cuek di sini adalah cuek dengan perkataan orang yang negatif terhadap kita. Ingat setiap orang berhak menyampaikan pendapat mereka. Pendapat negatif, cobalah untuk dibaca tapi tidak perlu dicerna. Sedangkan komentar dan pendapat yang positif dapat kamu ambil. Kalo komentar negatif itu, kuat kamu cerna dan untuk bahan introspeksi diri ya gak apa-apa silakan. Tapi saranku sih mending gak usah ditelaah. Biarin aja mereka mau bicara negatif apa tentang diri kita. Toh yang tahu diri kita sebenar-benarnya hanya diri sendiri dan TUHAN.

Semoga kejadian bunuh diri karena bullying ini cepet selesai, dan buat kamu yang gak bisa berkomentar atau berpendapat positif lebih baik diam daripada menyakiti hati orang lain. Sebab setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda dalam menyikapi lontaran kata-kata tersebut. Adanya kasus ini jadi membuka masa laluku dulu saat Sekolah. But aku hanya ingin berbagi dan memberikan kekuatan untuk teman-teman di luar sana, yang masih menjadi korban bullying. Kamu gak sendirian kok! Kita bisa bangkit bersama-sama. Tentukan tujuan kamu apa, dan tetaplah percaya diri untuk menjadi diri kamu sendiri, tanpa harus mendengar kata orang lain.

Tidak ada komentar